Senin, 12 Maret 2012

kewenangan dokter


Kewenangan Medis Dokter (medical authority)
Pada dunia kedokteran adanya kewenangan medis (medical authority), yaitu kewenangan yang melekat di-profesi dokter/dokter gigi/dokter hewan dalam menjalankan tugas kewenangan medis yang tidak dapat dikerjakan oleh mereka yang tidak memiliki kewenangan.
Apakah kewenangan medis (medical authority) ?
Baik dokter, dokter gigi maupun dokter hewan memiliki kewenangan medis yang tidak dapat dikerjakan oleh profesi diluar profesi dokter tersebut. Kewenangan medis meliputi:
• Diagnosis
• Therapi atau pengobatan
• Prognosis atau kelanjutan penyakit yang diderita.
Diagnosis Penyakit
Menentukan penyakit seseorang didalam pelayanan kesehatan ditetapkan oleh seorang dokter dan bukan oleh mereka yang tidak berprofesi dokter. Misalnya memeriksa seseorang yang sakit adalah seorang dokter atau para medis yang telah diberikan kewenangan oleh dokter.
Untuk surat keterangan kesehatan (health certificate) baik untuk manusia maupun hewan harus diperiksa oleh dokter atau dokter hewan. Surat keterangan health certificate dikeluarkan dan ditandatangani oleh institusi yang memiliki kewenangan medis atau medis veteriner. Memberikan health certificate udang untuk di-ekspor harus ada pemeriksaan oleh dokter hewan yang berwewenang (veterinary medical authority) yang kemudian ditanda-tangani oleh institusi yang memiliki kewenangan medis-veteriner. Kewenangan medis atau kewenangan profesi dokter atau dokter hewan identik dengan profesi Sarjana Hukum yang berwewenang di Pengadilan, menentukan mereka dijatuhi hukuman oleh Pengadilan melalui para hakim yang berprofesi Sarjana Hukum dan bukan oleh Menteri Kehakiman.
Demikianpun pemusnahan hewan maupun penutupan daerah disebabkan penyakit menular pada hewan oleh mereka yang memiliki kewenangan medis veteriner bukan oleh seorang Menteri Pertanian. Didalam mendiagnosis satu penyakit : disebut diagnosis sementara, untuk kepastian diagnosis atau yang disebut diagnosis pasti (tetap) apabila terjadi kematian bila perlu diadakan otopsi. Secanggih apapun peralatan diagnosis, yang memberikan diagnosis adalah mereka yang Kewenangan Medis.

Memberikan Obat atau Therapi
Memberikan obat suntik maupun obat ethical atau yang harus menggunakan resep harus oleh mereka yang memiliki Kewenangan Medis. Yang dapat menuliskan resep adalah Dokter, Dokter Gigi dan Dokter Hewan. Lihat UU No.419 tahun 1949 tentang Obat Keras. Contoh : kloramfenikol termasuk obat keras , kewenangan penggunaannya harus menggunakan resep (merupakan kewenangan medis baik dokter maupun dokter hewan) , tetapi dalam kenyataan para petambak udang di Indonesia menggunakan kloramfenikol puluhan ton pada tahun 2002 sehingga air laut Indonesia bagian utara Jawa tercemar kloramfenikol 0,2 ppb (Budde R A, 2001). Dengan pencemaran lautan di Indonesia, udang tangkapan lautan mengandung kloramfenikol diatas ambang yang ditetapkan (MRL=maximum residue level), ekspor udang Indonesia dilarang keberbagai negara pada tahun 2002.
Prognosis Penyakit
Kelanjutan penyakit yang diderita oleh pasien oleh mereka yang memiliki Kewenangan Medis. Pada dunia Kedokteran Hewan: pembunuhan hewan (eutanasia) yang menderita penyakit menular oleh mereka yang memiliki Kewenangan Medis Veteriner atau Dokter Hewan. (bachrul alam arriza)

1 komentar:

  1. Maaf, mau nanya:
    Bagaimana dengan pendiagnosaan gangguan kejiwaan, dimana data2 diambil menggunakan perangkat psikodiagnostik yang notabene bukan bidang keahlian dokter (jiwa)? Apakah seorang psikolog kinis berhak melakukan pendiagnosaan gangguan kejiwaan? Jika tidak, lantas apakah kewenangan psikolog klinis? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus